Berita

Sosialisasi Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Internal & Mandiri 2026

Sosialisasi Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Internal & Mandiri 2026

JAMBI – Sebagai wujud komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Politeknik Jambi melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) resmi menyelenggarakan kegiatan "Sosialisasi Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Internal & Mandiri Tahun 2026".

Kegiatan sosialisasi ini menjadi agenda penting di awal tahun anggaran guna memberikan panduan yang komprehensif bagi seluruh tenaga pendidik (dosen) di lingkungan Politeknik Jambi. Acara ini dirancang untuk membedah buku panduan terbaru, mensosialisasikan persyaratan administrasi, serta memaparkan luaran (output) yang diharapkan dari masing-masing skema pengusulan.

Dalam paparannya, pihak LPPM menyoroti dua skema utama yang menjadi fokus pada tahun 2026, yakni Skema Internal dan Skema Mandiri:

Skema Pendanaan Internal, Skema ini merupakan wujud dukungan finansial langsung dari institusi Politeknik Jambi melalui dana internal kampus. Program ini ditujukan untuk memfasilitasi ide-ide riset terapan dan program pengabdian inovatif dari para dosen yang dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan keilmuan dan pemecahan masalah di masyarakat lokal. LPPM memaparkan secara rinci mengenai kuota pendanaan, kriteria penilaian proposal, hingga tahapan seleksi yang harus dilalui oleh para pengusul.

Skema Pendanaan Mandiri, Selain dukungan dari kampus, LPPM juga sangat mendorong partisipasi aktif dosen melalui skema mandiri. Skema ini diperuntukkan bagi dosen yang melaksanakan penelitian maupun pengabdian masyarakat dengan pembiayaan mandiri atau swadaya, namun tetap berada di bawah payung institusi Politeknik Jambi. LPPM menegaskan bahwa skema mandiri tetap akan diakui, difasilitasi administrasinya, serta dicatat dalam sistem pelaporan kinerja dosen dan institusi, sehingga rekam jejak akademik dosen tetap terdata dengan baik.

Kepala LPPM Politeknik Jambi dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini bukan sekadar pemaparan teknis, melainkan sebuah wadah untuk menyamakan persepsi dan membakar semangat para akademisi. "Kami berharap, baik melalui jalur internal maupun mandiri, para dosen dapat semakin proaktif. Sinergi ini sangat krusial untuk menghasilkan luaran berupa publikasi ilmiah di jurnal bereputasi, perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), hingga penciptaan teknologi tepat guna yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Jambi," tegasnya.

Sesi sosialisasi ini juga diisi dengan diskusi interaktif dan tanya jawab, di mana para dosen berkesempatan untuk mengkonsultasikan rancangan proposal mereka. Dengan adanya pemahaman yang mendalam mengenai aturan main dan target di tahun 2026, diharapkan kualitas proposal yang masuk baik untuk riset maupun pengabdian akan mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Langkah ini mempertegas posisi Politeknik Jambi sebagai institusi pendidikan vokasi yang tidak hanya berfokus pada pengajaran di dalam kelas, tetapi juga terus berupaya menjadi pusat riset dan inovasi yang berdampak nyata bagi lingkungan sekitarnya.